Pemuda GMIM dengan ormas Makatana Minahasa bersatu secara keseluruhan dalam "Aksi damai permasalahan rasisme yang terjadi di Aceh".
Aksi ini merupakan solidaritas pemuda GMIM dan Makatana Minahasa dalam
menanggapi masalah rasisme yaitu pembakaran beberapa gereja yang kerap
terjadi di Singkil, Aceh.
| Doa Bersama Untuk Saudara-Saudara Kita di Aceh Singkil |
Oleh kordinator Aksi Damai Pemuda GMIM untuk Aceh Singkil, Pnt. Nicky Lumingas, SH. dan Ketua Pemuda Sinode GMIM Toar Pangkey membacakan seruan damai sehubungan dengan peristiwa pembakaran dan pembongkaran gereja di Kabupaten Aceh Singkil:
| Poin-poin dari pemuda GMIM di tandatangani oleh SekProv SuLut. |
1. Mencabut surat keputusan bersama 2 (dua) menteri tentang pendirian rumah ibadah.
2. Mendesak presiden untuk menyelesaikan masalah pembakaran gereja dan pengusuran rumah ibadah di Aceh Singkil Provinsi Nanggro Aceh Darusalam secara adil, jujur dan transparan.
3. Meminta negara menjamin kepada setiap masyarakat untik dapat memeluk agama masing-masing dengan tenang dan damai.
4. Mendesak presiden untuk membangun kembali rumah ibadah yang sudah dibongkar dan dibakar di Aceh Singkil.
Aksi pemuda GMIM ini ditutup dengan doa bersama dipimpin oleh Pnt. Jeferson Petonengan, SH yang juga adalah ketua KNPI Manado.
Untuk mencegah hal-hal yang tidak di inginkan Ketua Umum Makatana Minahasa Alvis Metrico Sumilat menginstruksikan agar para anggotanya tidak membawa sajam dengan alasan apapun karena ini aksi Damai untuk saudara saudara kita di Aceh.

berita dan informasi Badan Pengurus Pusat Badan Pengurus Daerah Pendaftaran Anggota Pakasaan divisi informatika



