Minahasa adalah Salah satu Suku yang ada di Indonesia dan Suku Minahasa tidak mengenal Raja atau pimpinan suku seperti pada suku-suku lain di Indonesia, Suku Minahasa atau
Orang Minahasa menyebut diri mereka orang Manado atau Touwenang (orang Wenang), orang Minahasa, dan juga Kawanua. Masyarakat asli Minahasa terbagi ke dalam 9 sub-etnik atau suku bangsa, yakni:
Orang Minahasa menyebut diri mereka orang Manado atau Touwenang (orang Wenang), orang Minahasa, dan juga Kawanua. Masyarakat asli Minahasa terbagi ke dalam 9 sub-etnik atau suku bangsa, yakni:
· Tonsea; terdapat di sekitar Timur Laut Minahasa. (Kab. Minahasa Utara - Kota Bitung)
· Tombulu; terdapat di sekitar Barat Laut danau Tondano. (Kota Tomohon, Kec. Tombuluan, Kec, Pineleng, Kec. Tombariri)
· Tontemboan/Tompakewa; terdapat di sekitar Barat Daya Minahasa. (Kawangkoan - Langowan, Sebagian Minahasa selatan dan Minahasa selatan atas)
· Toulour; terdapat di bagian Timur dan pesisir danau Tondano. (Tondano, Kakas, Remboken, Sebagian Minahasa Selatan Atas)
· Tonsawang; terdapat di bagian tengah dan Selatan Minahasa. ( Amurang)
· Pasan atau Ratahan; terdapat di bagian Tenggara Minahasa. (Ratahan)
· Ponosakan; di bagian Tenggara Minahasa. (Tombatu)
· Bantik; terdapat di beberapa tempat di pesisir Barat Laut Utara dan Selatan kota Manado. (Malalayang, Talawaan)
* Babontehu, terdapat di beberapa pulau dan pesisir paling utara Minahasa
* Babontehu, terdapat di beberapa pulau dan pesisir paling utara Minahasa
Pola perkampungan desa di Minahasa bersifat menetap, mengelompok, dan padat. Kelompok rumah-rumah dalam desa memanjang mengikuti jalan raya. Rumah tradisional berbentuk panggung dengan tinggi 5-10 meter, dengan maksud untuk menghindari gangguan binatang buas dan gangguan musuh, misalnya perampok-perampok yang datang dari luar daerah seperti dari kepulauan Mindanauw, orang Tidore, dari Maluku, dan orang Bajo/Wajo.
Lingkungan alam
Kawasan Minahasa berupa daerah vulkanik muda. Sifat-sifat khasnya ialah pelbagai tepi gunung yang curam, diselingi oleh sungai-sungai kecil yang mengering sesudah mengalir cepat dan singkat ke laut. Di Minahasa terdapat empat gunung tinggi yang penting, yaitu Kalabat di Utara, Lokon dan Mahawu di tengah, dan Soputan di Selatan. Selain juga ada beberapa gunung lain, yakni gunung Dua Saudara, Masarang, Tampusu, Manimporok, Lolombulan, Lengkoan, dan pegunungan Lembean. Sungai-sungai yang terdapat di Minahasa, antara lain sungai Tondano, Ranoyapo, Poigar, dan sebagainya. Di tengah Minahasa terdapat suatu dataran tinggi (700m) dengan danau Tondano di tengahnya. Di daerah itu dan di wilayah-wilayah datar lainnya ditanami padi pada wilayah yang beririgasi, jagung di tebing-tebing gunung beserta sayur-mayur, kelapa di sepanjang pantai dan pohon cengkeh di wilayah yang lebih tinggi. Iklim Minahasa tropis dan basah, dengan curah hujan rata-rata 2.000 sampai 4.000 mm. Dalam satu tahun terdapat dua musim, yakni musim hujan yang berlangsung sejak bulan Oktober sampai Maret dan musim panas dari bulan April sampai September.
sumber lain:
sumber lain:
Graafland N. 1991. Minahasa: Negeri, Rakyat, dan Budayanya, (terjemahan Lucy R. Montolalu). Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
berita dan informasi Badan Pengurus Pusat Badan Pengurus Daerah Pendaftaran Anggota Pakasaan divisi informatika




